Makna Lagu Love Lies – Khalid. Lagu “Love Lies” milik Khalid, yang menjadi salah satu kolaborasi paling sukses dalam kariernya, langsung terasa berbeda karena membahas sisi gelap dari hubungan yang penuh kepura-puraan. Dengan produksi yang halus, beat lambat yang mengalir, dan vokal Khalid yang santai tapi penuh rasa, lagu ini seperti obrolan malam tentang dua orang yang saling menyakiti tapi tetap bertahan. Judul “Love Lies” sendiri sudah menyampaikan inti: cinta yang dibangun di atas kebohongan—baik kebohongan kepada pasangan maupun kebohongan kepada diri sendiri. Khalid tidak berusaha membuat lagu ini jadi cerita patah hati yang tragis atau pengakuan dosa besar; dia justru menceritakan realitas yang sangat manusiawi: kadang kita tahu hubungan itu tidak sehat, tahu ada dusta di sana, tapi tetap memilih bertahan karena perasaan masih ada. Lirik yang sederhana tapi tajam membuat lagu ini terasa seperti cermin bagi siapa saja yang pernah terjebak dalam hubungan penuh kompromi dan kepura-puraan. BERITA BASKET
Lirik yang Menggambarkan Cinta yang Dibangun di Atas Kebohongan: Makna Lagu Love Lies – Khalid
Lirik “Love Lies” berpusat pada pengakuan bahwa hubungan itu sudah penuh kebohongan, tapi kedua pihak tetap melanjutkan. Khalid menyanyikan tentang seseorang yang terus berpura-pura bahagia meski tahu semuanya tidak benar—baik kepada pasangan maupun kepada diri sendiri. Baris seperti “We made love out of lies” langsung menyampaikan bahwa apa yang mereka sebut “cinta” sebenarnya dibangun di atas dasar yang rapuh: janji yang tidak ditepati, perasaan yang disembunyikan, dan harapan yang dibuat-buat. Frasa “I know you’re lying when you say you’re fine” menunjukkan bahwa keduanya sama-sama tahu ada yang salah, tapi tidak ada yang berani membukanya. Khalid juga menyisipkan rasa bersalah bersama: “We both know it’s over, but we keep holding on”—seolah mengakui bahwa bertahan bukan karena cinta yang kuat, melainkan karena takut kesepian atau takut memulai dari nol lagi. Lirik ini tidak menyalahkan satu pihak; justru menyoroti bahwa kebohongan itu datang dari keduanya—satu berpura-pura masih sayang, yang lain berpura-pura tidak tahu. Pengakuan jujur ini membuat lagu terasa sangat dewasa—tidak ada upaya menutupi kenyataan, hanya penerimaan bahwa kadang cinta memang lahir dari dusta, dan itu menyakitkan.
Produksi yang Memberi Rasa Tenang tapi Penuh Ketegangan Halus: Makna Lagu Love Lies – Khalid
Produksi “Love Lies” sengaja dibuat sangat halus dan mengalir agar pendengar bisa fokus pada emosi yang tersirat di balik lirik. Beat lambat dengan elemen R&B kontemporer, synth yang lembut, bass yang dalam tapi tidak menonjol, dan sedikit perkusi ringan menciptakan suasana seperti sedang duduk berdua di ruangan gelap sambil bicara hal-hal yang selama ini dihindari. Tidak ada instrumen berlebihan atau drop yang dramatis; semuanya dirancang agar ada ketegangan halus yang terus membangun—seperti keheningan panjang sebelum akhirnya seseorang bicara kebenaran. Vokal Khalid yang santai, sedikit serak, dan penuh nuansa menambah kesan bahwa ini bukan penampilan besar, melainkan curhatan asli yang direkam saat pikiran sedang kacau. Penggunaan harmoni berlapis di chorus membuat bagian “love lies” terasa seperti pengulangan yang semakin menyakitkan—seolah Khalid sedang meyakinkan diri sendiri sekaligus mengakui kenyataan. Produksi yang tidak terlalu rumit ini memberikan ruang kosong yang cukup bagi pendengar untuk merenung—seperti lagu ini memang ditulis untuk didengar saat sedang sendirian di kamar atau di dalam mobil malam hari, saat pikiran terus kembali ke hubungan yang sudah penuh dusta.
Resonansi dengan Pendengar di Berbagai Tahap Hubungan
Lagu ini berhasil menyentuh banyak orang karena maknanya sangat dekat dengan realitas hubungan masa kini. Bagi yang sedang dalam hubungan yang sudah dingin tapi masih bertahan demi kenyamanan, “Love Lies” terasa seperti pengakuan yang selama ini tidak berani diucapkan—bahwa kita tahu ini sudah tidak benar, tapi tetap berpura-pura. Bagi pendengar yang baru putus tapi masih saling stalking atau sesekali bertemu, lirik ini mencerminkan momen ketika keduanya tahu seharusnya berhenti, tapi tetap tidak bisa jujur sepenuhnya. Bahkan bagi yang sedang single tapi merenungkan hubungan masa lalu, lagu ini terasa seperti cermin dari pola yang pernah dijalani—selalu berakhir karena kebohongan, baik kepada pasangan maupun kepada diri sendiri. Khalid tidak memberikan solusi instan atau akhir bahagia; dia hanya mengakui bahwa kadang cinta memang dibangun di atas dusta, dan itu menyakitkan. Kejujuran tanpa pretensi inilah yang membuat lagu ini terasa menyegarkan di tengah banyak lagu cinta yang penuh drama atau keputusasaan. Banyak pendengar bilang lagu ini seperti pengingat lembut bahwa tidak apa-apa mengakui hubungan itu sudah penuh kebohongan—karena pengakuan itu adalah langkah pertama untuk keluar dari siklus yang sama.
Kesimpulan
“Love Lies” adalah lagu tentang cinta yang dibangun di atas kebohongan—kebohongan kepada pasangan, kebohongan kepada diri sendiri, dan kebohongan bahwa semuanya baik-baik saja. Khalid berhasil menangkap esensi bahwa kadang hubungan bertahan bukan karena cinta yang kuat, melainkan karena ketakutan kehilangan kenyamanan atau ketakutan menghadapi kebenaran. Lirik yang lugas, produksi yang halus, dan vokal penuh perasaan membuat lagu ini terasa seperti curhatan pribadi yang dibagikan dengan santai, sehingga pendengar merasa dimengerti tanpa dihakimi. Di tengah banyak lagu tentang cinta yang rumit atau penuh konflik, “Love Lies” memilih jalur yang lebih tenang dan realistis: mengakui bahwa kadang apa yang kita sebut cinta sebenarnya hanya kebohongan yang kita pelihara bersama. Lagu ini mengingatkan bahwa kejujuran—kepada pasangan maupun kepada diri sendiri—adalah satu-satunya cara untuk keluar dari pola yang menyakiti. Itulah kekuatan sejati “Love Lies”—membuat pendengar merasa bahwa tidak apa-apa mengakui hubungan itu sudah penuh dusta, karena pengakuan itu adalah langkah pertama menuju sesuatu yang lebih sehat dan lebih jujur.